Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Januari 2011

Yudha, Biotechnopreneur Muda dari Jurusan Biologi



Pernah dengar Potea? Sirup Apple Mangrove? Cracker Keong Mas? Tentu sudah tidak asing lagi di telinga anda. Produk makanan dan minuman tersebut semuanya lahir dari satu perusahaan binaan mahasiswa Biologi ITS, Agro Green.

Orangnya murah senyum, perawakannya pun sederhana, namun ketika berbicara lugas dan mengena. Sekilas deskripsi dari Januar Indra Yudhatama. Beliau adalah presiden direktur dari perusahaan Agro Green.  
Perjalanan agro green dimulai sekitar pertengahan tahun 2010. Diawali dengan pemasaran produk di ITS, lalu melebar ke warung-warung di sekitar kawasan ITS, produk-produknya bahkan mampu diekspor sampai ke luar negeri.

Perusahaan ini memiliki visi sebagai tempat incubator penelitian terutama di bidang biologi. Hal ini dikarenakan banyaknya penelitian-penelitian biologi yang berpotensi secara ekonomis. Namun kebanyakan kurang dapat diaplikasikan, sehingga lebih banyak numpuk di laboratorium.

Salah satu produknya, Potea pernah mewakili ITS dalam PIMNAS tahun 2008 di Semarang. Selain itu untuk memperluas pasar Yudha mengikuti pula pameran-pameran UKM. Salah satunya adalah pameran SMESCO di Jakarta.

Namun ada saja hal yang dirasa mengganjal benak mahasiswa yang hobi baca dan main bola ini. “bingung setelah lulus agro green ini mau dibawa kemana, padahal susah buatnya dari mahasiswa”, urai Yudha.
Yudha sampai saat ini masih sibuk kuliah di jurusan Biologi. Kegiatan sehari-harinya selain sibuk kuliah adalah menjadi redaktur di ITS Online. “Untuk masuk ITS Online enak gak perlu pakai IP”, ujarnya sedikit bercanda ketika di Tanya perihal alasannya ikut di organisasi yang berada di bawah naungan PR4 ini. (m7)

Pipit, Mahasiswi Teknik Lingkungan yang Cinta Lingkungan



Gadis berkerudung ini bernama lengkap Nur Rahmah Fithriyah. Pembawaannya sederhana, tapi ketika berbicara sangat lugas. Apalagi ketika berbicara tentang masalah lingkungan. Seperti apa kisahnya?  

Pipit, panggilan akrabnya, saat ini kuliah di Jurusan Teknik Lingkungan. Kuliah di sana membuatnya peka akan keadaan lingkungan di sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan karya tulisnya yang berhasil menyabet juara 2 di Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa di FTSP. 

Tema yang diangkat saat itu adalah Eco-city. Konsep yang diangkat adalah sebuah kota yang ramah terhadap lingkungan. “Kalau di Surabaya konsepnya sudah bagus, tapi gak ada realisasinya”, ujarnya ketika ditanyai pendapat tentang keadaan lingkungan di Surabaya.

Di ITS sendiri pun menurutnya masih kurang baik pengelolaannya. Hal itu dicontohkan dengan keadaan kolam yang dipenuhi eceng gondok dan pengelolaan limbah yang kurang efisien. Niat ITS untuk memperbaiki keadaan itu dirasa masih belum cukup, selain dalam prose situ juga dibantu oleh dosen-dosen dari teknik lingkungan. 

Harapannya ke depannya adalah ITS mampu memperbaiki lingkungan di dalam kampus maupun luar kampus. Hal tersebut dilakukan juga agar memperkuat kredibilitas ITS sebagai perguruan tinggi yang focus di bidang teknologi. 

Mahasiswi yang satu ini tak puas jika kuliah itu hanya mengurusi urusan akademik saja. Maka dari itu beberapa organisasi pun dia ikuti. Diantaranya adalah BEM divisi Informasi dan Komunikasi (Infokom), dan juga ITS Online. 

ITS Online menurutnya banyak memberikan ilmu baru. “Selain ilmu, di sini juga jadi dapet temen-temen baru, pokoknya unik deh” ujarnya. Sebagai media kampus, ITS Online memang menjadi salah satu ter-update dalam menulis berita. (m7)

Tyzha Inandia, berawal dari Kerja Praktek (KP) malah jadi Kerja Beneran.



Mahasiswi Despro 2007 ini terlihat sibuk mencoret-coret kertas. Bukan sekedar mencoret, ternyata Tyzha, panggilan akrabnya, sedang membuat gambar ilustrasi. Karya-karyanya sering terlihat di pojok kartun di website ITS. Beberapa ilustrasi buatannya juga turut menghiasi kover-kover buku yang beredar di pasaran.

Kuliah di Despro program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) membuat Tyzha akrab dengan dunia desain. Dalam mendesain, Tyzha tak hanya berkutat pada satu media saja. Melainkan bisa dari Photoshop, Corel Draw, sketsa, atau menggunakan cat air, favoritnya.

Menurutnya desain itu bukan seni. “Desain itu berfungsi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, seperti media promosi, packaging, dll.”, ungkapnya. Itu dikarenakan elemen-elemen yang ada pada desain itu tidak dipilih sembarangan, melainkan ada ilmunya.

Ketika dulu mendapat kerja praktek (KP) dari dosen, Tyzha diberi tugas untuk membuat ilustrasi kover buku dan beberapa halaman di dalamnya. Tak disangka ternyata desainnya ditawarkan sang dosen untuk menjadi kover dan ilustrasi di sebuah buku. “kaget juga ternyata desainnya dipakai, saya kira hanya untuk tugas saja”, ungkapnya.

Setelah itu dirinya memutuskan untuk bekerja lepas (freelance) sebagai desainer. Tawaran datang tidak hanya dari luar, namun juga dari ITS Online kala pembuatan buku 25 Mahasiswa Inspiratif ITS. Menurutnya proses mendesain kala itu tidak terlalu sulit, “yang bikin lama itu masalah teknis, seperti pengumpulan artikel dan foto”, urainya ketika membicarakan peluncuran buku yang sedikit molor dari jadwal.

Di luar hal desain-mendesain, Tyzha juga punya hobi lain yaitu menulis. Hal itu dia salurkan melalui ITS Online sebagai organisasi yang bergerak di bidang jurnalistik. Saat ini dia menjabat sebagai kordinator liputan (korlip) yang berkewajiban membagi-bagi tugas meliput berita kepada reporter di ITS Online. (m7)