Senin, 20 Februari 2012

Plus Minus Google Plus

Siapa yang tidak tahu google+? Proyek IT terbaru dari Google ini bahkan sudah digadang-gadang akan menyaingi raja jejaring sosial yang fenomal, Facebook. Bagaimana ceritanya?
Antusiasme publik begitu tinggi terhadap jejaring sosial dari google ini. Sayangnya, di awal kemunculannya google+ masih sulit digunakan. Hal ini dikarenakan untuk mendaftar hanya dapat dilakukan dengan menggunakan undangan dari pengguna lain, ini tentu menyulitkan pengguna yang sudah penasaran terhadap racikan google terbaru ini.

Namun demikian, produk yang diluncurkan pertengahan tahun 2011 ini lambat laun mulai digandrungi jagat maya. Tercatat 90 juta orang menggunakan google+ di awal tahun 2012. Sebenarnya jumlah ini masih relatif jauh dari pengguna facebook yang berjumlah 845 juta. Dengan asumsi penduduk dunia 7 milyar, maka 1 dari delapan orang di dunia memiliki akun facebook. Meskipun pengguna google+ masih sedikit, namun dilihat dari usia google+ yang belum genap setahun, Mark Zuckenberg selaku CEO Facebook patut waspada.

Dalam hal fitur, proyek google yang relatif masih muda ini masih terus mengembangkan dengan serius. Hal ini terkait dari permintaan pengguna terhadap variatifnya aplikasi. Salah satu fitur andalannya adalah circles yang berguna untuk membagi teman pengguna berdasarkan spesifikasi tertentu seperti keluarga, sahabat, teman sekolah, dll. Terdapat juga fitur hangout yang yang memungkinkan dua orang atau lebih untuk tergabung dalam sebuah video conference.

Lutfi Hilman Prasetya - 5210100119

Perbedaan Proyek IT dan Non IT

Lutfi Hilman Prasetya - 5210100119

Untuk mempermudah pemahaman secara umum saya menggunakan mindmap dalam menjelaskannya.
 

Proyek berbasis Teknologi Informasi (IT) tentu tidak sama dengan proyek non IT. Proyek IT lebih berkaitan dengan pembuatan atau pengembangan sebuah sistem atau konsep. Berbeda dengan proyek non IT yang bersifat lebih riil dalam pandangan mata. Berikut beberapa perbedaan dilihat dari berbagai sisi.

Apabila dilihat dari segi integrasi dengan dunia bisnis, proyek IT masih lebih unggul. Hal ini disebabkan proyek IT ini mengandung kepentingan proses bisnis dan erat kaitannya dengan sistem dari organisasi. Sedangkan untuk proyek IT cenderung berdiri sendiri. Berhubungan dengan proyek non IT yang berdiri sendiri, justru untuk dari segi cakupan kerjanya lebih jelas. Untuk proyek IT cakupannya lebih luas, hal ini agaknya menimbulkan pendapat bahwa proyek IT cakupannya kurang terdefinisi dengan jelas.

Dari struktur proyek dapat dilihat bahwa proyek IT berhubungan dengan banyak sistem dan proyek yang lainnya. Hubungan ini terjadi karena masing-masing proyek tersebut saling bergantung dan saling melengkapi. Misalnya saja berkaitan dengan proses bisnis dan pengadaan infrastruktur. Sedangkan proyek non IT sendiri biasanya tidak memiliki ketergantungan terhadap proyek lain dan bisa berdiri sendiri.

Untuk pendokumentasian kerja proyek IT masih lebih terstruktur dibandingkan dengan proyek non IT yang minim dokumentasi. Walaupun demikian, dokumentasi dari proyek IT masih kurang kualitas dalam pengaplikasiannya. Untuk estimasi waktu dan bujet proyek masih dimenangkan oleh proyek non IT. Misalnya saja dalam pembangunan sebuah gedung, keterlambatan 1 atau 2 hari sudah bisa dikatakan proyek tersebut tidak berjalan dengan baik. Sedangkan pada proyek IT perubahan-perubahan sangat mungkin terjadi sehingga mengakibatkan pada molornya waktu dan membengkaknya biaya.

Dibandingkan dari segi resiko, proyek non IT lebih mudah diidentifikasi. Walaupun dalam pelaksanaan penanggulangannya kurang baik namun dampaknya untuk perusahaan dan proyek tersebut relatif kecil. Sedangkan untuk proyek IT masih sulit dalam mengidentifikasi resiko. Hal ini membuat sistem untuk mengantisipasinya buruk dan dampak negatif yang terjadi bisa cukup besar untuk proyek tersebut.

Minggu, 25 Desember 2011

Menunggu Adalah Opportunity


Dalam hidup seberapa sering kita menunggu? pasti lama sekali bukan?
Apalagi hidup di Indonesia dimana jam karet sudah menjadi tradisi
Terlambat 30 menit sudah dianggap tepat waktu
Terlambat 1 jam sudah biasa
Datang tepat waktu malah menjadi orang yang aneh karena semuanya belum datang

Masih sedikit orang yang menganggap menunggu itu adalah opportunity

Sebentar, opportunity?

Ya, menunggu adalah opportunity.

Selagi menunggu banyak hal yang bisa kita lakukan, seperti mengerjakan tugas, membaca buku, dll

Kalau kita hanya menunggu dengan diam saja maka kita sendiri yang akan rugi.
mulai dari rugi waktu, rugi tenaga, rugi perasaan (biasanya kalo nunggu bikin sakit hati, hhe).
Maka dari itu manfaatkanlah waktu tunggu itu sebaik-baiknya.

Di jaman sekarang ini banyak orang yang mengeluh tidak punya waktu luang, Indonesia adalah surga dari waktu tunggu itu, maka manfaatkanlah itu dengan baik.

Waktu menunggu adalah emas yang tertutupi oleh lumpur, hanya bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang jeli melihat kesempatan. maka dari itu, menunggu bukanlah hal buruk yang harus dihindari atau dijauhi, malah bisa jadi hal yang ditunggu-tunggu. selain kita dapat predikat baik karena datang tepat waktu, kita juga bisa menuai hasil positif dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat menunggu

Do Something While Waiting!